Belakangan ini, Bram sedang suka banget baca buku tentang bencana alam. Minggu lalu, pas ke katedral, seperti biasa Bram minta dibelikan buku. Tapi, kali ini bukan serial Franklin atau buku tentang emosi yang dipilih. Bram pilih buku yang judulnya Banjir. Buku ini menjelaskan tentang terjadinya banjir. Banyak gambarnya sih, walaupun penjelasannya mungkin agak rumit, karena pas dibacain Bram enggak begitu berminat.

Nah, Sabtu (31/1) kemarin, kami ke Gramedia di WTC Serpong yang selalu menggelar diskon sampai 70%. Saban minggu kayaknya kami ke sini, deh! 😀 Di Gramedia ini, Bram memilih beberapa buku, yaitu :

  • Dua buku serial Ramayana. Bram sudah punya buku pertama dan ketiga. Sekarang ia pilih buku saat Sinta diculik Rahwana. Selain itu, juga buku ketika Rama dan Lesmana sampai ke Gua Kiskendo, tempat tinggal Subali dan Sugriwa. Di sini, Rama dan Lesmana mendapat dukungan dari pasukan kera, diantaranya Hanoman dan Hanggada.
  • Satu buku tentang Gunung Berapi, ceritanya tentang meletusnya Gunung Vesuvius di Italia yang menghancurkan kota Pompeii di abad pertama dulu.

Hari Minggu malam, setelah seharian kami pergi ke Carolus dan gereja, Bram minta dibacain buku Gunung Berapi. Buku terbitan BIP Gramedia ini bagus banget, banyak gambar dan penjelasannya. Waktu Ibu bacain di depan TV, tiba-tiba di Elshinta TV ada liputan juga soal Anak Gunung Krakatau yang meletus. Jadi, perhatian kami beralih ke TV. Ini dialognya :

Bram : “Bapak, itu gunung meletus ya?”
Bapak : “Iya ..”
Bram : “Itu jauh ya .. kayak gunung yang di buku?”
Ibu : “Enggak, Bambam .. itu gunungnya di laut situ. Deket. Bambam pernah kok ke laut situ, dulu sama Mbak Ami dan Mbak Tini..”
Bram : “Deket banget, ya?”
Bapak : “Iya .. Bambam kan masuk tol, terus jalan aja sampai tolnya habis. Itu namanya Merak. Terus naik mobil lagi sebentar, sampai deh di lautnya”
Bram : “….” Diam dan terpesona liat TV.

Habis itu, jam 21.00 Bram kayaknya sudah ngantuk, jadi Bapak Ibu ajakin Bram bobok. Habis berdoa dan minum susu, Bram masih gelisah saja. Padahal, matanya sudah berat dan merah. Tapi, masih klisikan. Bram tanya, “Gunung yang meletus di TV itu jauh?” Bapak bilang, jauh kok, kan harus lewat tol. Bapak yang habis bacain buku Gunung Berapi juga godain Bram. “Kemarin Bambam beli buku di gunung..”  Bram bingung, “Gunung apa, Bapak?” “Gunung Agung, tapi ini nama toko, jadi enggak bisa meletus..” Hihihi ..

Akhirnya, Bram bobok jam 22.00. Ibu masih baca novel dan Bapak sudah bobok.

Jam 23.00 tiba-tiba Bram kebangun. Terus, ngajak Ibu ngobrol ngalor ngidul gak jelas. Memang waktu itu hujan sih, tapi enggak deres. Ibu tanya, apa Bambam takut hujan? Enggak, kata Bram. Terus Ibu bilang, kok Bambam enggak bobok lagi? Mau pipis? -Enggak!- Mau minum air putih? -Enggak- Tapi mata Bram kebuka terus.. Wah, tumben banget ni. Soalnya, Bram ini kalo sudah bobok biasanya kebluk banget. Enggak melek blas sampe pagi, kecuali mau pipis. Biasanya, habis pipis juga langsung ngorok lagi.

Jadi, Bram ini kenapa? Tanya Ibu. Bram diam saja, tapi terus bilang, “Ibu, itu gunungnya yang meletus tadi jauh apa deket?” Wealah .. ternyata takut sama gunung meletus to? Ibu bilangin, “Bram, itu gunung yang di TV kan meletusnya kecil, enggak kayak Gunung Vesuvius. Terus kalau meletus enggak sampai ke rumah Bambam kok .. Rumah Bambam ini enggak dekat gunung, tapi dekat sungai. Jadi enggak kena gunung meletus, tapi bisa kebanjiran..” Hehehe ..