June 2007


Bram ini omongnya banyak banget. Bram bisa cerita macam-macam. Misalnya, pas minggu lalu kita jalan liat patung di Bitung, Bapak sama Ibu mau beli bakso. Terus Ibu bilang sama Bram, “Mas, kita mau makan bakso ya ..”. Eh, trus Bram bilang gini (kira-kira). “Bambam enggak mau matan bakso.. ada cabenya. Mbak Ami yama Mbak Tini beli bakso. Yang lewat di depan rumah Bambam. Bambam enggak mau matan. ada cabenya..”

Kalo di jalan liat pohon, Bram langsung bilang. “Tuh, ada pohon yucun..” Maksudnya – pohon sukun. Terus Ibu bilang, “Pohon lucu, ya Bram..”. “Butaaaan… butan pohon yucu.. tapi pohon yucun..”. Abis bunyinya sama sih …

terus nunjuk pom bensin. “Ibu .. tuh ada pom behin!”

Hari ini banyak sekali kejadian buat Bram. Ni .. Ibu catet, ya …

  • Cubitan pertama Bram

Pagi ini, di mobil Bram berantem sama Cik Aurel. Soalnya, Cik Aurel gemes pengen cubit pipi Bram. Bram enggak suka, terus tangannya mengibas-ibas ke sana ke mari. Eh, Cik Aurel kepukul dan marah. Pinggangnya Bram dicubit. Langsung deh, Bram menjerit sekuat tenaga. Weleh! Semua yang di mobil sampai kaget

  • Berani meniti kayu

Entah sejak kapan, kok Bram takut ketinggian. Mungkin karena kalo di rumah suka manjat teralis sampe tinggi, terus diperingatkan sama Mbak Ami dan Mbak Tini, “Awas lo, nanti jatuh..”. Abis itu, Bram enggak mau naik tangga di sekolah. Bahkan, Bram juga enggak mau meniti kayu lagi, padahal enggak tinggi-tinggi banget lo, paling cuma sepinggang Ibu. Hari ini, entah kenapa, Bram mencoba sekuat tenaga untuk jalan di papan itu. Kausnya sih, dipegangi sama Auntie Lenny. Terus tangannya dipegang Uncle Ardi. Bram ketawa-tawa terus, sambil ngeliat Ibu. Ibu dadahin Bram aja, terus Bram bilang, “Dadah Ibu …”. Akhirnya sampe deh, di ujung. Sama Uncle Ardi, kepala Bram langsung dikucek-kucek.

  • Berani sama stempel

Bram takut sama stempel? Iya lo! Enggak tahu kenapa. Tiap selesai belajar di Letterland, kalau Auntie atau Uncle bagi stiker, Bram antri dengan semangat. Tapi, kalau yang dibawa stempel, langsung deh minta pulang .. hihii .. Nah, hari ini, Bram bikin huruf R – Robber Red. Pas kayaknya sudah ngaco corat-coretnya pake crayon, Ibu tanya, “Bram, sudah?”. Bram bilang sudah, langsung berdiri ke tempat Uncle Ardi yang bawa stempel. Kertasnya dikasih Uncle Ardi, trus habis bilang Yess!, Bram mengulurkan tangannya minta stempel. Langsung deh, sama Uncle dikasih stempel banyak-banyak ..

  • Cik Aurel perpisahan

Hari ini adalah hari terakhirnya Cik Aurel sekolah. Abis ini, Cik Aurel mau sekolah di Strada. Wah, Bram kehilangan teman jemputan ni!

  • Yangti pensiun

Hari ini, pas di sekolah Bram, ibu dapat SMS dari Yangti. Ternyata, hari ini Yangti resmi pensiun. Hiks! Hari ini Yangti di rumah aja, setelah mengajar dari tahun 1982. Selamat pensiun ya Yangti .. Semoga makin rajin menemeni Bram!

Dimensi Bram Berat Bram : 18 kilogram, tinggi : 98 senti, lingkar kepala : 52 senti. Ini dia kalkulasi dari situs babycenter.comSex = boy
Age
= 30 Months
Length
= 98.0 centimeters
Weight
= 18.0 kilograms
Head circumference
= 52.0 centimeters

Based on the data you submitted, your child falls into the following percentiles:

Length = between 90th and 95th percentile
Weight
= above the 100th percentile
Head Circumference = above the 100th percentile



What do the percentiles mean?

If your child is in the 20th percentile for weight, for example, he weighs more than 20 percent of children his age and less than the other 80 percent. To gain a better understanding of what growth percentile results mean, click here if you have a child (ages 0-12 months), and click here if you have a toddler (ages 12-36 months).

Our Growth Percentile Calculator is a general educational tool only; it is not the last word on how your child is growing. This calculator is not a substitute for having a physician monitor your child’s growth during regularly scheduled examinations. If you have any questions about your child’s growth patterns, please ask your child’s doctor.

These percentiles were compiled using the latest growth chart data from the National Center for Health Statistics, U.S. Public Health Service (released in November 2000). The numbers are based on five health surveys done in the United States between 1963 and 1994. The data takes into account the combined growth patterns of babies from all races and ethnicities and those who have been breast- and formula-fed. Past growth charts, which were widely used by pediatricians since 1977 and adopted by the World Health Organization for international use since 1978, were often criticized because they were based on data from a single study of primarily formula-fed, white, middle-class infants in a limited geographic area of southwestern Ohio.

Semalem, kami ke gereja bertiga. Bapak, Ibu, Bram. Gerejanya sih enggak rame, sepi malah .. Langsung deh, Bram kayak dilepas di lapangan, gitu .. Lari-lari ke sana kemari, sambil sekali-sekali teriak. Sampai Ibu sama Bapak capek mbilanginnya deh .. Kami enggak dapet kursi, jadi berdiri di luar. Nah, Bram disuruh sembahyang enggak bisa blas. Enggak bisa diem blas. Lariiiiiiiiiii terus…

Habis misa, di mobil, Ibu gantiin baju Bram. Bram pake kemeja Ferrari dan kaus dalem. Weleh, sudah basah kuyup semua deh .. Air putih yang dibawain Mbak Ami juga habis blas. Ibu beli aqua akhirnya, karena Bram masih minta minum. Terus, abis minum, Bram makan anggur. Abis itu ngantuk. Maklum sudah jam 21.15. Tapi, karena blom minum susu, Ibu sama Bapak berusaha biar Bram enggak bobok. Ya diajak nyanyilah .. disuruh crita, etc.

Akhirnya, sampe rumah, ganti baju, sembahyang, minum susu. Trus Bram hadap  kanan meluk guling. Bobok jam 21.30. Paginya, jam 06.15, Bram minta susu. Eh, Ibu baru sadar kalo posisi boboknya Bram enggak berubah blas dari tadi malam.

Dulu, pas umurnya masih setahun, Bram suka mukul. Plak plek. Mungkin pikirnya, itulah cara orang ngajak main. Jadi, sebenarnya enggak bermaksud mukul sih .. Selama itu, kan semua orang di sekitar Bram selalu bilang, “Pukul drum aja, jangan pukul orang …”. Atau, “Pukul bola aja, jangan pukul temen..”. Jadi, Bram sangat sensitif dengan hal yang berupa pukulan.

Pernah nih, Bram nendang-nendang Ibu pakai kakinya yang gede itu. Soalnya, Bram minta susu lagi. Padahal, sudah minum susu 240 ml dan harusnya sudah bobok. Tapi, Bram malah minta susu terus sambil nendang Ibu. Trus, Ibu nepuk kakinya Bram sedikit sambil bilang, “Jangan tendang-tendang Bram..”. Eh, Bramnya malah sakit hati banget. Nangis sambil bilang, “Bambam jangan dipukul-pukul, Ibu …” Weleh, padahal cuma ditepuk pelan banget lo! Ibu jadi merasa bersalah.

Nah, sore ini, di Hypermart, Bram sama Bapak lagi liat mainan kuda-kudaan. Kata Bapak sih, di situ ada kakak yang sudah gedean mau naik kuda yang bisa lompat-lompat itu. Tapi, sama mbaknya enggak boleh. Ngelarangnya sih, kasar banget, kata Bapak. Tangannya si kakak ini ditarik sambil dibentak-bentak. Bram yang di deket situ langsung mukanya berubah. Dia ndeketin kakak itu sambil bilang, “Kakak naik yang ini aja, kakak…”.. Bram trus nunjukin kuda yang lain, bukan yang dipegang sama si kakak itu ..

Ada-ada ya…

Hari ini, Bram sekolah sama Ibu. Bram pake kaus merah, Cik Aurel pake kaus kuning. Sampe sekolah, ada temen baru, namanya Tita yang pake kaus kuning. Pas mau mulai sekolah, Tita masih disuapin Mbaknya.

Begitu kumpul, Tita masih ngemut makanan. Tapi, Bram suka banget sama Tita. Soalnya, sama-sama pakai kaus kuning. Temen lain enggak ada yang pake kaus kuning. Selain itu, Tita pake anting panjang dan kalung perak. Blink blink banget deh! Mungkin Bram baru sekali ngeliat cewek begitu, ya .. Nyatanya, Bram nempel terus sama Tita. Ke mana Tita pergi, Bram ikutan. Sampe Cik Aurel manggil-manggil dicuekin. Jelas aja, Cik Aurel gregetan, wong biasanya Bram bareng kok!

Akhirnya, pas Bram duduk di kasur untuk rolling (karena takut disuruh naik tangga), Cik Aurel duduk di sebelahnya. Tapi, duduknya ribet banget, pakai nungging segala. Bram yang ngeliatin Cik Aurel, kayaknya gemes ngeliat popoknya yang tebel, jadi pantatnya gede banget. Terus, Bram dengan cueknya ndorong pantat Cik Aurel, ya jelas Cik Aurelnya njungkel. Langsung deh, nangis kenceng banget. Bram minta maaf sama Cik Aurel.

Bram tingginya 98 senti, tapi sekarang Bram sudah nyampe buka pager sendiri. Ini terjadi dua hari belakangan. Bram seneng banget maen ke tempat Mbak Farah, tetangga depan rumah (Bram manggilnya : Mbak Payah…). Soalnya, Farah punya kelinci tiga ekor. Bram suka banget kasih makan kelinci.

Critanya kemarin lusa, Mbak Ami naruh piring bekas makan Bram di dapur. Trus Bram main sendiri di teras. Taunya Mbak Ami denger orang buka pager. Eh, ternyata Bram udah nyebrang ke rumah Farah, pake sepatu putihnya Mbak Ami. Dia teriak-teriak di depan pager Farah, “Mbak Payaaaaaaaaaah!” Mau main kelinci.

Trus kemarin sore, karena gerimis, Mbak Ami enggak ngajak Bram keluar naik sepeda. Biasanya sih, abis mandi Bram main sepeda sama Mbak Ami. Tapi, Bramnya ngotot mau keluar. Akhirnya, Bram pake sandal spongebob sendiri, trus buka pager, kabur deh!

Pagi ini Bram juga kabur lagi. Pas Engkong Samin lagi nganter Aqua ke rumah. Biasalah Engkong Samin banyak ceritanya. Ibu sedang omong sama Engkong, Bramnya sibuk sendiri di teras. Ternyata, dia sibuk make sandalnya Ibu. Terus Bram jalan keluar. Di depan pager sih ada dua anak buahnya Engkong, lagi nungguin bosnya. Tadinya sih Ibu ngira Bram mau ngobrol sama anak buahnya Engkong itu. Tapi, pas dilihat, lo .. kok bablas, nyebrang jalan .. Mana sandalnya kegedean dan kebalik lagi … Weleh! Langsung deh, Ibu sama Mbak Ami ngejar Bram. Ternyata, seperti biasa, Bram mau ke kandang kelinci.

Next Page »